SHAHIH BUKHARI DAN METODOLOGI TAFSIR INDONESIA: Studi Perkembangan Literatur Abad ke-20
Detail Produk
Setiap generasi memiliki cara sendiri dalam membaca wahyu. Ketika sebuah teks keagamaan berpindah melintasi ruang, zaman, dan kebudayaan, ia tidak berhenti sebagai warisan masa lalu, tetapi terus menemukan makna baru dalam pengalaman masyarakat yang membacanya. Di Nusantara, perjumpaan antara Al-Qur’an, hadis, tradisi keilmuan, dan perubahan sosial melahirkan dinamika penafsiran yang kaya sepanjang abad ke-20.
Buku ini berangkat dari sebuah pertanyaan penting: bagaimana sebuah kitab hadis yang lahir jauh dari Nusantara dapat begitu kuat memengaruhi cara ulama dan mufasir Indonesia memahami Al-Qur’an? Di tengah perubahan zaman, pergulatan tradisi dan modernitas, serta dinamika kehidupan masyarakat, Shahih al-Bukhari hadir bukan sekadar sebagai warisan keilmuan, tetapi sebagai otoritas yang terus dibaca, dipertimbangkan, dan dimaknai kembali.
Melalui penelusuran sejarah, transmisi keilmuan, jaringan sanad, hingga pembacaan terhadap karya A. Hassan, Bisri Mustofa, Hasbi ash-Shiddieqy, dan Buya Hamka, buku ini memperlihatkan beragam cara mufasir Indonesia memanfaatkan riwayat al-Bukhari dalam memahami ayat-ayat akidah, muamalat, dan persoalan sosial. Shahih al-Bukhari tidak hanya hadir sebagai sumber riwayat, tetapi juga sebagai otoritas yang berinteraksi dengan nalar, budaya, dan tuntutan zaman.
Penulis: Dr. Ahmad Hawasi, MA
Setting Layout: Dzakiul Abror
Desain Cover: Sari Fitri
ISBN: Sedang Proses
viii, 178 hlm, 14,8×21 cm
Cetakan Pertama, September 2026