TA’WIL AYAT MUTASYABIHAT: Menimbang Perdebatan Salaf, Khalaf, dan Kritik terhadap Pemikiran Yazid bin Abdul Qadir Jawas
Detail Produk
Ketika satu ayat dibaca secara berbeda, di manakah batas antara kebenaran tafsir dan klaim kebenaran? Dalam sejarah pemikiran Islam, ayat-ayat mutasyabihat, terutama yang berkaitan dengan sifat-sifat Allah, menjadi salah satu ruang perdebatan teologis yang paling panjang dan sensitif. Perbedaan dalam memahami makna literal dan ta’wil tidak hanya melahirkan keragaman intelektual, tetapi dalam konteks tertentu juga berkembang menjadi tabdi‘, tadhlil, bahkan takfir. Di tengah perdebatan itulah buku ini hadir untuk mengajak pembaca melihat kembali persoalan ta’wil secara lebih jernih, kritis, dan proporsional.
Berangkat dari pemikiran Yazid bin ‘Abdul Qadir Jawas dalam Syarah ‘Aqidah Ahl al-Sunnah wa al-Jama‘ah, buku ini menguji secara kritis kecenderungannya dalam membatasi penggunaan ta’wil, lalu mempertemukannya dengan perspektif ulama Asy‘ariyyah, khususnya Fakhr al-Din al-Razi, ‘Ali Jum‘ah, dan Muhammad Mutawalli al-Sya‘rawi. Perdebatan menjadi semakin menarik ketika memasuki persoalan al-‘uluw dan pemaknaan tentang tempat bagi Allah: antara penegasan ketinggian Allah di atas ‘Arsy dan prinsip tanzih yang menegaskan bahwa Allah tidak dibatasi ruang dan tempat. Melalui perbandingan argumentasi tersebut, buku ini menunjukkan bahwa perbedaan metodologi tidak serta-merta menghapus titik temu fundamental: kesamaan dalam menegaskan kesempurnaan sifat-sifat Allah dan menolak tasybih.
Penulis: Drs. Andi Haidir, MM, M.Ag.
Setting Layout: Dzakiul Abror
Desain Cover: Sari Fitri
ISBN: Sedang Proses
viii, 266 hlm, 14,8×21 cm
Cetakan Pertama, Oktober 2026